Shoppe Mall
Shoppe Mall
Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

AS Marah Ada yang Beli Jet Tempur Rusia Su 57 Ancam Jatuhkan Sanksi

AS Marah Ada yang Beli
Shoppe Mall

AS Marah Ada yang Beli Jet Tempur Rusia Su-57, Ancam Jatuhkan Sanksi

Subusallam – AS Marah Ada yang Beli geopolitik semakin memanas setelah beberapa negara dilaporkan tengah melakukan pembicaraan dengan Rusia untuk membeli jet tempur canggih Su-57, yang merupakan pesawat andalan Rusia dalam persaingan global di industri pertahanan. Amerika Serikat, melalui Departemen Luar Negeri dan pejabat tinggi pemerintahan, menyatakan kemarahan mereka terkait rencana penjualan jet tempur tersebut dan mengancam untuk mengenakan sanksi terhadap negara-negara yang terlibat dalam kesepakatan pembelian.

Jet tempur Su-57, yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2019, merupakan pesawat siluman multi-peran yang dirancang untuk menyaingi teknologi canggih milik negara-negara seperti Amerika Serikat dan China. Pesawat ini dilengkapi dengan berbagai fitur mutakhir, termasuk teknologi stealth, sistem avionik canggih, dan kemampuan manuver yang luar biasa. Su-57 diyakini dapat meningkatkan kemampuan pertahanan negara-negara yang membelinya, namun bagi Amerika Serikat, pembelian jet tersebut akan memperburuk hubungan mereka dengan negara-negara yang terlibat.

Shoppe Mall

Rusia Meningkatkan Penjualan Senjata Global

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia telah berusaha meningkatkan penjualan senjata mereka ke negara-negara yang tidak terikat dengan aliansi Barat, terutama setelah sanksi internasional diberlakukan terhadap Rusia akibat sejumlah konflik politik dan militer. Jet tempur Su-57 menjadi salah satu komoditas utama yang ditawarkan oleh Rusia, mengingat pesawat ini dianggap sebagai salah satu yang tercanggih di dunia.

Beberapa negara yang disebut-sebut tertarik dengan penawaran Rusia ini antara lain negara-negara di Timur Tengah, Asia, dan Afrika. Salah satu negara yang dilaporkan sedang melakukan pembicaraan dengan Rusia adalah negara Timur Tengah yang telah memiliki hubungan dekat dengan Rusia dalam beberapa dekade terakhir.

Meskipun nama negara pembeli belum diumumkan secara resmi, langkah ini jelas memicu kekhawatiran di kalangan pejabat AS. Pasalnya, Washington sudah memiliki kebijakan tegas untuk menekan negara-negara yang membeli atau mengembangkan hubungan militer dengan Rusia, terutama setelah invasi Rusia ke Ukraina yang memicu sanksi internasional yang luas.Su-57 Rusia Siap Tantang F-22 Amerika, Ini Kehebatan Jet Siluman Mematikan

Baca Juga: Kunjungan PM Australia Hari Ini Simak Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara

AS Marah Ada Ancaman Sanksi AS Terhadap Negara Pembeli

Amerika Serikat dengan cepat bereaksi terhadap potensi penjualan Su-57, dengan mengancam akan menjatuhkan sanksi terhadap negara-negara yang membeli pesawat tempur tersebut. Langkah ini merupakan kelanjutan dari kebijakan AS yang telah memberlakukan sanksi kepada negara-negara yang terlibat dalam kesepakatan militer dengan Rusia, sesuai dengan Undang-Undang Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA).

“Jika negara mana pun memilih untuk membeli Su-57 dari Rusia, kami akan mempertimbangkan semua opsi, termasuk menjatuhkan sanksi ekonomi dan militer sesuai dengan hukum internasional,” ujar Ned Price, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, dalam sebuah konferensi pers. “AS tidak akan tinggal diam ketika negara-negara mencoba mengalihkan dukungan mereka kepada rezim yang melanggar hukum internasional dan berkontribusi pada ketidakstabilan global,” tambahnya.

Ancaman ini semakin menguat setelah Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin, memperingatkan negara-negara yang berencana membeli Su-57 bahwa tindakan tersebut dapat merusak hubungan mereka dengan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di NATO. “Kami akan terus memantau perkembangan ini dengan cermat. Jika negara-negara tersebut melanjutkan rencana mereka untuk membeli jet tempur Su-57, mereka harus siap menghadapi konsekuensi dari kebijakan sanksi kami,” tegas Austin.

Tekanan Internasional Terhadap Rusia

Penjualan jet tempur Su-57 juga mencerminkan upaya Rusia untuk mempertahankan posisinya sebagai kekuatan militer global meskipun dihadapkan pada sanksi dan isolasi internasional. Sejak invasi ke Ukraina pada tahun 2022, Rusia telah berusaha memperkuat hubungannya dengan negara-negara non-Barat sebagai bagian dari strategi untuk mengurangi ketergantungan pada pasar Barat.

Di sisi lain, AS dan sekutunya berusaha menjaga dominasi teknologi militer dan pengaruh geopolitik mereka di berbagai kawasan. Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara seperti China dan India telah menjadi pembeli besar untuk senjata dan teknologi militer Rusia, yang semakin memperumit upaya AS untuk mengisolasi Rusia di pasar internasional.

Shoppe Mall

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *